Friday, December 21, 2007

VJ#13/XII/2007 : Contoh Self-Desensitization (Kasus Pribadi)

Menurut Martin dan Pear (1996) tahapan self desensitization adalah sebagai berikut :

  1. Mengkonstruk hirarki (skala) kecemasan
  2. Melakukan relaksasi otot
  3. Menjalani langkah-langkah terapi dari proses self desensitization

Self desensitization ini saya lakukan untuk menghilangkan ketakutan atau kecemasan saya terhadap tikus. Tikus yang saya takuti terutama tikus berwarna hitam dan curut (tikus kecil yang tidak dapat melihat dan mengeluarkan suaran “ciit..ciit” yang khas)

Tahap 1 : Mengkonstruk Skala Ketakutan (kecemasan)

100 : Memegang tikus dengan tangan sendiri

90 : Tikus/curut merayap di bagian tubuh saya (kaki, tangan, badan)

80 : Melihat tikus/curut melintas dan mengenai kulit kaki saya

70 : Melihat tikus/curut melintas persis di bawah kaki saya namun tidak kena kulit kaki

saya

60 : Tikus/curut dipegang oleh orang lain dan diarah-arahkan ke saya dengan jarak dekat

(<>

50 : Mendengar suara ”ciit...ciiit” tikus/curut serta melihat fisik tikus/curut tersebut

dalam jarak < style=""> M

40 : Mendengar suara ”ciit...ciiit” tikus/curut serta melihat fisik tikus/curut tersebut

dalam jarak 5 - 10 M

30 : Mendengar suara ”ciit...ciiit” tikus/curut serta melihat fisik tikus/curut tersebut

dalam jarak > 10 M

20 : Mendengar suara ”ciit...ciiit” tikus/curut

10 : Mendengar suara tikus/curut berlari di belakang lemari atau suara tikus/curut sedang

menggerogoti lemari

0 : Tidak melihat tikus/curut ataupun mendengar suara tikus/curut di sekitar saya

Tahap 2 Melakukan relaksasi otot

Relaksasi otot dilakukan dengan self-relaxation

Tahap 3 Menjalani langkah-langkah terapi dari proses self desensitization

Pada tahap ini, saya telah selesai melakukan tahap relaksasi dan merasakan bahwa tubuh terasa lebih rileks dan nyaman. Setelah itu, saya membayangkan dalam pikiran sendiri (berimajinasi) bahwa saya sedang menghadapi situasi sesuai dengan skala ketakutan yang telah saya susun sebelumnya. Pada skala 0 – 40 saya dapat merasakan bahwa jantung saya tetap dapat berdebar normal meski ada rasa takut dan jijik. Walaupun demikian, saya tetap dapat melewati skala 40 dengan cukup baik. Saat berada di skala 50, saya merasa bahwa jantung saya mulai berdebar lebih cepat, serta ada rasa cemas dan jijik yang meningkat. Pada saat ini, saya mengalami kesulitan untuk melewatinya sehingga memutuskan untuk menghentikannya.

Pada percobaan kedua, saya melaksanakan sesuai tahapan, yaitu terlebih dahulu melakukan self-relaxation. Setelah itu, saya mulai lagi berimajinasi dengan suasana skala kecemasan yang pada percobaan pertama saya kesulitan untuk melewatinya, yaitu skala 50. Pada percobaan kedua ini, saya dapat lebih tenang (jantung dapat berdebar cukup normal, meski perasaan jijik tidak sepenuhnya hilang). Pada skala selanjutnya, skala 60, saya kembali merasa jijik, cemas, dan jantung berdear lebih cepat. Perasaan yang mendominasi adalah perasaan jijik dan ada keinginan untuk menjauh dari tikus/curut tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti pada skala 60 dan belum melanjutkan ke tingkatan skala selanjutnya.

Referensi :

Martin, Gear & Pear, Joseph. (1996) Behavior Modification 9th editon. USA : Prentice

Hall.

No comments: